Rabu, 26 November 2014

CONTOH KARYA TULIS REMAJA IPS

HALAMAN PENGESAHAN

Karya tulis ini telah disetujui oleh pembimbing dan disahkan oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bringin, pada :
Hari            :
Tanggal       :






Mengetahui,

Guru Pembimbing                                                                   Wali Kelas

                                               
Dra. Sumini                                                                 Rusmiah,S.Kom
NIP:1966061219941222001                                      NIP: 19761021200012010


PERSEMBAHAN

Karya tulis ilmiah ini saya persembahkan kepada


Karya tulis ini saya persembahkan kepada:

1.      Dra.Yulia Susilowati,M.PD selaku kepala sekolah SMA N 1 BRINGIN,
2.      Bapak dan Ibu guru SMA N 1 BRINGIN,
3.      Dra.Sumni selaku guru pembimbing Bahasa Indonesia,
4.      Ibu Rusmi’ah selaku wali kelas XI IPA 3,
5.      Kedua orang tua yang telah membantu dalam segala hal,
6.      Keluarga besar SMA N 1 BRINGIN,
7.      Semua pembaca laporan ini.




 


 







MOTTO

1.       TETAP JADI DIRI SENDIRI DAN MENJUNJUNG TINGGI PRINSIP  HIDUP.
2.       PERCAYA AKAN KEKUATAN DOA,KARNA DOA SEPERTI CHEAT ENGINE DALAM KEHIDUPAN NYATA
3.       HORMATI ORANG LAIN,KARENA MEREKA PUNYA PRINSIP DAN JALAN HIDUP SENDIRI
4.       PILIHA
5.       N YANG SALAH TERKADANG MEMBAWA KITA KE JALAN YANG BENAR,TETAPI PILIHAN YANG BENAR HANYA MEMBAWA KITA KE SEPARUHNYA.
6.       PERASAAN MEMPENGGARUHI SELERA,SEDANG SELERA SANGAT MEMPENGARUHI POLA PIKIR KITA,SEDANG POLA PIKIR ADALAH HASIL DARI PIKIRAN KITA, MAKA  PENTINGKAN KEPENTINGAN PERASAAN DARIPADA KEPENTINGAN PIKIRAN.
7.        








 

KATA PENGANTAR

ASSALAMUALAIKUM WR.WB

Alhamdulillahhirobbilalamin puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehngga dapat menyelesaikan karya ilmiah remaja tentang study tour Bali with loveIni yang dilaksanakan selama 5 hari mulai tanggal 16 Febuari 2014 sampai 20 Febuari 2014 sebagai syarat mengikuti ujian akhir semester 2.
Study tour ini adalah program wajib yang dilaksanakan oleh  siswa SMA N 1 BRINGIN,dengan tema TO BALI WITH LOVE sehingga penulis dengan tema tersebut membuat kaya ilmiah ini tentang pengaruh psikologis terhadap siswa,setelah mengikuti study tour tersebut.
Setelah melaksanakan study tour tersebut setiap siswa kelas XI SMA N 1 BRINGIN di wajibkan membuat karya tulis ilmiah.topik yang diambil oleh penulis adalah pengaruh interaksi yang berbeda setelah mengikuti kunjungan tersebut.
Tampa bantuan dari pihak lain maka penulis tidak akan bisa menyelesaikan karya tulis ilmiah ini dengan baik,sehingga pada kesempatan ini penulis mengucapkan ucapan terimakasih kepada
1.       Kedua orang  tua saya yang selalu memberikan  segala dukungan kepada saya.
2.       Dra.Yulia Susilowati,M.PD. selaku kepala sekolah SMA N 1 Bringin yang telah memprogramkan stady tour.
3.       Ibu/bapak guru yang telah mendampingi dan membimbing dalam melaksanakan program stady tour ini
4.       Ibu Dra.Sumini yang telah membimbing dalam pembuatan karya ilmiah ini
5.       Seluruh teman-teman SMA N 1 Bringin.
6.        Yuniati yang senantiasa mengikuti pembuatan karya tulis ini
Karya tulis ilmiah ini mungkin jauh dari kata kesempurnaan,tetapi penulis mengharapkan karya tulis ilmiah ini berguna bagi seluruh pembaca dan tentunya diri penulis sendiri.karya tulis ilmiah ini berasal dari pengalaman selama study tour,maka kritik dan saran yang membangun akan selalu diterima dengan baik.
Penulis memohon maaf atas kesalahan yang terjadi dalam penulisan karya tulis ilmiah ini.
Wassalamualaikum wr.wb



DAFTAR ISI
Halaman
Halaman Judul..............................................................................................................ii
Halaman Persetujuan....................................................................................................iii
Halaman Persembahan.................................................................................................iv
Halaman Motto.............................................................................................................v
Kata Pengantar.............................................................................................................vi
Daftar Isi ....................................................................................................................viii
BAB 1 PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
B.     Rumusan Masalah
C.     Tujuan Karya Tulis
D.    Manfaat Karya Tulis
E.     Metode Karya Tulis
F.      Sistematika Penulisan
BAB 2 PEMBAHASAN
BAB 3 PENUTUP
a.       Kesimpulan
b.      Saran




BAB I
 PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Pulau bali adalah salah satu pulau yand dimiliki Indonesia,Tetapi pulau ini bukan pulau sembarangan,dilihat dari namanya saja pulau ini sudah terlihat fenomenal, yaitu pulau dewata, yang berarti pulaunya para dewa.selain itu pulau tersebut juga memiliki panorama yang unik sehingga banyak wisatawan yang tertarik untuk mengunjungi pulau tersebut.
Masyarakat bali juga memilki sifat dan adat istiadat yang baik,toleransi yang tingggi terhadap budaya-budaya asing yang masuk ke wilayah bali tersebut,sehingga banyak sistem kehidupan yang patut ditiru.
Bahkan setelah melakukan stady tour  seluruh warga sma n 1 bringin mendapatkan sesuatu yang berbeda,yaitu interaksi sosial yang lebih dekat dengan teman,karena selama kegiatan study tour mereka semakin mengenal kepribadian teman-temannya.sehingga mereka lebih memahami setiap kemaun,prinsip dan jalan hidup temannya.
Tema yang di ambil saat study tour kemarin akan semakin berperan,bukan hanya ketika study tour saja,tetapi ketika kembali ke pulau jawa.mungkin tema tersebut bisa di tambah,bukan hanya go to bali with love,dengan go to bali with love and from bali bring love.
Bukan hanya lebih dekatnya dengan teman bahkan setelah pulan dari bali mereka juga mendapatkan teman baru,yang dianggapnya cocok dengan dirinya dan mengerti tentang kemauannya dan semua itu di dapatkan saat mereka melaksanakan study tour ke bali secara bersamaan.



RUMUSAN MASALAH
                Dari latar belakang di atas, dapat dirumuskan masalah utamanya adalah ”Apakah kemampuan interaksi sosial siswa dapat ditingkatkan dengan study tour ke bali?” Dari rumusan masalah utama tersebut dapat jabarkan menjadi beberapa rumusan masalah berupa
a.      Bagaimana interaksi sosial siswa sebelum mengikuti study tour.
b.      Apa sajakah kegiatan Study tour bali yang dapat meningkatkan kemampuan interaksi sosial siswa.
c.       Bagaimana interaksi sosial siswa sesudah mengikuti study tour
d.      Adakah perbedaan interaksi sosial siswa sebelum dan sesudah mengikuti study tour.



TUJUAN KARYA TULIS ILMIAH
      Tujuan penelitian dan pembuatan karya tulis ilmiah ini yaitu mengetahui interaksi sosial yang dapat di tingkatkan dari dilaksanakan kegiatan study tour.dari tujuan utama di atas dapat di jabarkan sebagai berikut.
a)      Mengetahui interaksi sosial siswa sebelum di laksanakan kegiatan study tour ke bali
b)      Mengetahui sistem interaksi sosial yang dilakukan oleh masyarakat bali sehingga dapat di terapkan di sekolah.
c)      Mengetahui interaksi sosial siswa setelah melskuksn kegiatsn study tour ke bali
d)      Mengetahui perbedaan proses interaksi sosial yang dilakukan oleh siswa sebelum dan sesudah study tour ke bali
e)      Mengetahui keefektifan dan manfaat yang didapat saat dan setelah dilaksanakannya program study tour ke bali.


MANFAAT KARYA TULIS ILMIAH
1.      Mendukung Konsep Upaya Untuk Meningkatkan Kemampuan Interaksi
Sosial Siswa Melalui kegiatan study tour ke bali
2.      Meningkatkan kemampuan interaksi sosial siswa, sehingga siswa tidak
mengalami kesulitan dalam berinteraksi sosial di lingkungan sekolah,
keluarga maupun di masyarakat.
3.      Pihak sekolah dapat mengetahui permasalahan-permasalahan yang sedang
dihadapi oleh siswanya, sehingga pihak sekolah dapat mengambil langkah
yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut
4.      Mengaplikasikan teori yang sudah diperoleh pada lingkungan kehidupan  nyata khususnya di sekolah.
5.      . Membantu menyelesaikan permasalahan yang dialami siswa berkaitan dengan interaksi sosial dan kepercayaan diri.










METODE PENULISAN.
A.    Metode Observasi
Yaitu metode pengumpulan data yang dilakkan dengan mara mengadakan pengamatan langsung terhadap objek.
B.     .  Metode Wawancara
Yaitu metode yang di lakiukan dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada pemandu wisata.
C.    Metode Kepustakaan
Yaitu metode yang dilakukan dengan cara mengumpulkan buku-buku yang kaitanya dengan penyusunan karya tulis ini
D.   . Teknik Analisis Data
            Analisis data merupakan bagian yang teramat penting dalam penelitian,disini penulis melakukan analisis data orang lain dan meniru dalam penulisan,karena dengan analisislah data tersebut dapat diberi arti dan makna yang berguna dalam memecahkan masalah penelitian. Dalam penelitian ini teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif persentase















BAB II
PEMBAHASAN
A.    PENGERTIAN INTERAKSI SOSIAL SISWA
        Secara kodrad manusia tidak bisa hidup sendiri karna itulah manusia disebut dengan mahluk sosial,untuk menjadi mahluk sosial maka haruslah manusia itu melakukan komunikasi dengan  orang lain,untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,. Adanya kebutuhan akan bantuan ini merupakan awal terbentuknya interaksi sosial dengan orang lain. Interaksi sosial merupakan suatu hubungan antara individu satu dengan individu lainnya di mana individu yang satu dapat mempengaruhi individu yang lainnya sehingga terdapat hubungan yang saling timbal balik (Walgito, 2000: 65). Sama halnya menurut Maryati dan Suryawati (2003 : 22) yang menyatakan bahwa, interaksi sosial adalah kontak atau hubungan timbal balik atau interstimulasi dan respons antar individu, antar kelompok atau antar individu dan kelompok”.dalam hal ini siswa juga akan melakukan hubungan timbal balik dengan siswa lain untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya,ataupun siswa memang harus dituntut melakukan hubungan timbal balik,karna memang sekolah berfungsi untuk membuat siswa memiliki jiwa sosial yang tinggi sehingga membuat interaksi sosial yang baik dan responsif.
      Kemampuan interaksi sosial siswa dapat menunjukkan sebesar apakah jiwanya menjadi manusia sosial,hal tersebut dapat kita ketahui pada saat siswa berada di kelas,tetapi kemampuan interaksi sosial siswa terkadang akan terbatas saat berada di sekolah,karena disekolah siswa mungkin terbebani dengan pelajaran ataupun mereka lebih mementingka urusan pelajaran daripada urusan sosialnya.hal tersebut dapat kita lihat proses interaksi sosial yang terjadi di sekolah,mereka mungkin hanya membicarakan tentang mata pelajaran yang dianggapnya sulit sehingga perlu ditanyakan kepada orang lain.sehingga kemampuan interaksi sosial siswa sulit diketahui,karena mereka tidak menunjukkan secara utuh alam bawah sadarnya,alam dimana perasaannya saat senang,sedih ataupun perasaan yang lainnya,karena perasaan mereka memang dibuat sama di sekolah,supaya siswa memiliki daya serap yang sama ilmu-ilmu dan pelajaran yang diberikan oleh guru.hal tersebut dapat kita lihat dengan diwajibkannya siswa memakai seragam sekolah.
      Tetapi siswa akan menunjukkan secara utuh kemampuan interaksi sosialnya pada saat mereka benar-benar sedang dalam keadaan senang ataupun bebar-benar dalam keadaan sedih.mereka akan mengeluarkan dan menampakkan alam bawah sadarnya melalui proses interaksi sosial yang mereka lakukan.jika mereka telah menampakkan proses interaksinya secara utuh dan tidak dibatasi oleh perasaan yang mengikat mereka,barulah kemampuan interaksi sosial seseorang,jalan hidup seseorang,prinsip,karakter dan kualitas hidup seseorang dapat kita ketahui.
      Pada saat study tourlah mereka akan menampakkan secara utuh perasaannya,sehingga jalan hidup dan prnsip hidup mereka akan benar-benar nampak.Mulai dari sinilah persahabatan dan kemampuan interaksi sosial mereka akan benar-benar hidup,seseorang akan semakin dekat dengan teman yang lain karena mereka sudah saling cocok dalam prinsip dan tujuan hidup mereka.Dan mereka akan lebih memahami prinsip hidup teman yang lain jika mereka memang berbeda prinsip atau jalan hidupnya,sehingga interaksi sosial mereka akan lebih baik
      Meningkatnya kemampuan interaksi sosial mereka ketika berada di bali dapat kita lihat dari aktivitas-aktivitas yang ada disana,Tetapi untuk membandingkan kemampuan interaksi siswa sebelum dan sesudah melaksanakan study tour ke bali,kita akan membahas terlebih dahulu kemampuan interaksi sosial siswa sebelum melaksanakan study tour.

B.     KEMAMPUAN INTERAKSI SISWA SEBELUM MELAKSANAKAN STUDY TOUR BALI
            Komunikasi yang dilakukan oleh siswa itu menggambarkan proses interaksi sosial yang di lakukan.baik atau tidaknya interaksi sosial dapat kita lihat dari Adanya atau tidak hubungan dengan struktur dan fungsi sosial
Interaksi sosial ada hubungannya dengan struktur dan fungsi kelompok terjadi karena individu tidak dapat terpisah dari kelompok. Di samping itu, tiap-tiap individu memiliki fungsi di dalam kelompoknya.
Dari penjabaran teori di atas, ciri-ciri interaksi sosial yang baik di lingkup sekolah misalnya, hubungan antara kepala sekolah dengan guru, antar sesama guru, guru dengan staf-staf yang ada di sekolah, maupun guru dengan para siswa dapat terjalin dengan baik. Ciri-ciri interaksi sosial yang baik antara siswa dengan siswa misalnya adanya kebersamaan, rasa saling membutuhkan, saling menghargai dan menghormati, tidak ada jarak antara yang kaya dan yang miskin, serta saling membantu satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama.
        Ciri-ciri interaksi sosial di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam berinteraksi sosial pasti akan terjalin hubungan antara individu dengan individu yang lain, dimana dalam interaksinya itu mereka pasti mempunyai tujuan yang ingin dicapai, baik itu tujuan individu maupun tujuan kelompok.
.       Tetapi pada saat sebelum melakukan study tour ke bali syarat diatas belum seutuhnya terpenuhi,karna  masih kurangnya rasa saling menghargai dan menghormati,mereka lebih mementngkan kebutuhannya sendiri,dan mereka tidak memikirkan  bagaimana menghargai orang lain.Hal yang paling terlihat sebelum mereka study tour adalah terlihatnya kesenjangan antara si kaya dan si miskin hal tersebut dapat kita lihat pada saat jam istirahat,terdapat siswa yang tidak pergi ke kantin.Dan belum terlihat secara jelas kesaling membantu diantara mereka untuk mencapai tujuan,khususnya untuk mencapai tujuan kebutuhan kelompok­.Kebutuhan individu mereka mungkin memang sudah terpenuhi sebagian,tetapi tidak terpenuhi secara utuh kebutuhan individunya,karena dalam kelompok siswa seperti kelompok sekelas masih mengalami perbedaan pendapat,dari mereka.Hal tersebut dapat kita lihat mereka tidak pergi melalkukan kegiatan secara bersama,contohnya pada saat istirahat ada siswa yang pergi kekantin,ada juga siswa yang pergi ke mushola,ada siswa yang hanya diam di kelas ataupun di depan kelas,ada juga siswa yang baru mengerjakan PR,Hal tersebut sangat menggambarkan betapa tidak solid dan kurangnya kemampuan interaksi sosial mereka.
        Kurangnya rasa untuk berbagi dengan siswa lain juga menggambarkan tidak sempurnanya kemampuan interaksi yang dilakukan oleh mereka.Siswa akan memberlakukan utang kepada siswa lain walau itu hanya sedikit.Hal tersebut dapat kita lihat pada saat seorang siswa lupa membawa uang sakunya,pada saat itu juga mereka akan meminjam uang untuk memenuhi kebutuhan sekolah,misal untuk ke kantin mereka akan pinjam dahulu kepada siswa lain.Tetapi jika kemampuan interaksi dan rasa berbaginya besar mereka tidak akan memberlakukan sistem utang,tetapi seseorang akan mentraktir terlebih dahulu dan mereka akan mengatakan “jika nanti punya uangkan bisa gantian mentraktir”.
        Dari pengamatan yang telah dilakukan di SMA N 1 Bringin bahwa mereka masih belum terbuka dengan teman-teman sekelasnya pada saat sebelum melaksanaankan study tour ke bali tanggal 16 Febuari 2014.Masih terdapat siswa yang malu  berbicara dengan teman sekelasnya sendiri,tidak percaya diri pada saat bicara di depan kelas dan adanya ketidak kompakan di antara mereka.Dan banyak diantara mereka yang belum saling kenal satu sama lain,alasannya mungkin belum pernah sekelas.
      Apakah pada saat study tour ke bali kemampuan interaksi sosial mereka akan lebih baik?





C.     STUDY TOUR BALI “TO BALI WITH LOVE”
            Kemampuan interaksi sosial seseorang dapat kita lihat dan dapat kita nilai pada saat  seseorang benar benar menjadi dirinya sendiri.Pada saat study tourlah seorang siswa akan menjadi dirinya sendiri,mereka akan mengeluarkan gaya mereka sendiri,sehingga prinsip hidup seseorang tersebut akan terlihat.
             Apakah Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada saat study tour itu akan meningkatkan kemampuan interaksi sosial siswa,seperti pada saat di bus,di restoran,di hotel dan di tempat-tempat wisata.
·         DI BUS
Penempatan siswa di dalam bus yang ditentukan oleh guru dan diacaknya setiap bus itu untuk 3 kelas yang berbeda akan meningkatkan kemampuan interaksi sosial setiap siswa dengan siswa lain khususnya dengan siswa yang berbeda kelas.Penempatan tersebut juga akan menambahkan kemampuan berkomunikasi dengan orang yang belum kita kenal, sehingga penempatan tempat duduk dibus seperti yang telah dilaksanakan oleh SMA N 1 Bringin pada saat study tour ke bali kemarin akan sangat memengaruhi kemampuan interaksi sosial,keberanian dan kemampuan beromunikasi dengan orang lain yang belum terlalu dekat dengan kita.Selain itu mereka akan mendapat teman baru ketika mereka berada di dalam bus.
                                               





Daftar  penumpang bus
NO
PENUMPANG
BUS1
BUS2
BUS3
BUS4
BUS5
1
XI IPA 1
13 SISWA
13 SISWA
 -
 -
 -
2
XI IPA 2





3
XI IPA 3
13 SISWA

13 SISWA


4
XI IPS1





5
XI IPS2





6
XI IPS3





7
XI BAHASA
 -
 -

 -





Perjalanan dari bringin menuju hotel di bali memakan waktu yang cukup lama,sekitar 20 jam.Sehingga sebagian dari mereka ada yang kehabisan bekal,disinilah mereka akan mendapatkan pelajaran tentang pentingnya berbagi,seseorang yang masih memiliki makanan akan membagikan makanannya kepada orang lain yang kehabisan bekal makanan.Ataupun mereka akan saling tukar menukar bekal yang dia miliki,mungkin karena bekal yang saling mereka tukarkan adalah kesukaan mereka sendiri.kemampuannya sebagai mahluk sosial akan terpancing ketika di dalam bus,di mana seseorang tidak bisa hidup tampa bantuan orang lain.keegoisan seseorang juga akan semakin berkurang disini, dalam skala kecil filsafah dunia adalah milik kita bersama akan berjalan dengan ditunjukkan ketika seseorang telah memberikan bekal makanan kepada teman-temannya untuk di makan bersama.
Ketika di dalam bus kepercayaan diri seseorang juga di latih,didalam bus dalam waktu yang lama membuat mereka ingin melakukan sesuatu,seperti karoeke.Setiap individu dari mereka akan tertarik untuk menunjukkan suarannya di sana,padahal suara mereka akan didengar oleh semua orang yang berada di bus tersebut.Hal seperti itu akan membutuhkan kepercayaan diri yang besar.



·         RESTORANT
Setiap orang memiliki selera dan selera itu diambil dari perasaannya,dan selera itu menunjukkan isi dan kemauan dari pikiran sehingga selera itu menunjukkan pola pikir,prinsip dan jalan hidup seseorang.mungkin itulah kata yang cocok untuk diungkapkan ketika mereka berada di restourant secara bersamaan dan disuguhkan beberapa opsi makanan,sehingga mereka dapat memilih ssuai selera mereka sendiri-sendiri.Di sinilah mereka akan menunjukkan alam bawah sadarnya melalui makanan apa yang mereka pilih sesuai selera mereka.contohnya jika ia mengambil makanan yang pedas maka dapat kita ketahui bahwa ia memiliki watak yang adventure,jika ia lebih suka yang manis-manis maka dia memiliki watak lemah lembut dan sebagainya.Sehingga mereka sudah dapat sedikit mengetahui watak dari temannya dari selera makan mereka.
Setiap individu dari mereka akan memilih duduk dan makan dengan orang-orang dekatnya,sehingga banyak kata-kata yang keluar dari mulut mereka,candaan-candaan merekalah yang akan lebih mengakrabkan mereka.
Di restourant mereka juga diberi waktu untuk melakukan sholat dan beristirahat sejenak,disini mereka akan mengetahui seberapa besarkah jiwa kereligiusan mereka.
Apabila mereka sudah saling mengetahui watak dari temannya mereka akan lebih meningkatkan rasa toleransi kepada mereka.Sehingga mereka memiliki kemampuan interaksi sosial yang lebih tinggi.

·         OBJEK WISATA
Setiap orang akan mengeluarkan karakter yang sesungguhnya kketika mereka memang dalam keadaan benar-benar gembira atau sedang dalam keadaan benar-benar sedih.Pada saat mereka berada di objek wisata mereka akan mengeluarkan karakter mereka yang sebenarnya karena mereka memang sedang dalam keadaan benar-benar senang.Tetapi setiap objek wisata memiliki daya tarik sendiri,sehingga aktivitas-aktivitas yang silakukan mereka akan berbeda di setiap objek.
Pada saat di joger misalnya,disana terdapat produk-produk yang berkualitas baik,tetapi disana juga membandrol harga yang fantastis untuk produk-produk seperti kaos,kaos yang dijual di sana harganya 600% lebih tinggi dari pada kaos yang dibeli di sukowati ataupun di pusat oleh oleh lainnya,sehingga kemampuan ekonomi seseorang akan terlihat disini.Siswa yang memiiliki kemampuan ekonomi yang pas-pasan akan mempertimbangkan untuk berbelanja di joger.atau mereka akan mengetahui sifat cereboh dari seseorang.bahwasannya joger adalah tujuan kedua pada saat study tour to bali with love SMA N 1 Bringin,dengan produk-produknya joger sangat memikat pembeli dengan produknya,kata-kata yang unik yang berada di sablonan kaos joger membuat orang ingin memilikinya sehingga hal tersebut dapat menunjukkan sifat ceroboh seseorang untuk menghabiskan uang disana,atau kita dapat mengetahui orang-orang yang memiliki jiwa hemat,dan lebih mempertimbangkan menghemat uang karena mereka masih
Sebenarnya hal yang paling mendasar yang mendekatkan mereka sehingga komunikasi mereka seperti tiada batas,ituadalah keceriaan disana.Mereka menjadi semakin terbuka dengan teman-temannya,sehingga tumbuhlah hubungan yang special disana,seperti halnya pada saat mereka makan siang didanau Bedugol.Sambil menikmati indahnya suasana danau bedugol mereka menggungkapkan perasaannya,sehingga teman-teman mereka  saling mengenal satu sama lain.
Keingginan untuk berfoto dengan teman-temanmereka juga akan mendekatkan dan meningkatkan komunikasi mereka.Mengajak seseorang untuk berfoto itu sebenarnya membutuhkan rasa percaya diri yang cukup tinggi,dan apabila seseorang telah berani mengajak salah teman-temannnya berfoto hal tersebut akan meningkatkan hubungan persahabatan mereka.
Seperti yang dilakukan oleh salah satu siswa kelas ipa 3 yang dikelas dia adalah seorang yang cenderung pendiam,tetapi dia memberanikan berfoto dengan 4 laki-laki sekelasnya.
Ketika berada di objek wisata siswa-siswa cenderung akan mengungkapka isi hatinya,seperti perasaan tertarik kepada lawan jenis,mereka akan cenderung bersikap lain dicsana,seperti mereka akan  banyak mengambil foto-foto yang dengan orang yang telah menarik hatinya.Sehingga seseorangyang mereka cintai memberikan respon,positif ataupun respon negativ.Orang yang mencintai akan tau apakah dia juga memiliki perasaan yang sama terhadapnya.
Di beberapa objek wisata,seperti di pantai kute,pandawa dan di tanah lot terdapat juga banyak turis asing,banyak siswa yang ingin berfoto dengann mereka,tetapi hal itu bukanlah hal yang mudah,karena selain dibutuhkan mental yang besar juga dibutuhkan kemampuan untuk berbasa asing,bukan hanya berbasa inggris tetapi banyak  juga turis asing yang tidak bisa berbicara bahasa inggris.
Ketika berada di bali ada seseorang guru yang menugaskan berfoto dengan turis berasal dari Jepang,dan berkomunikasi dengan mereka dalam berbahasa jepang dalam waktu beberapa saat.hal tersebut bukanlah hal yang mudah,sehingga apabila hal tersebut dilakukan mereka akan mendapatkan pengalaman yang sangat besar.Pengalaman berfoto dengan turis jepang tersebut akan membekas di batinnya dan akan meningkatkan rasa percaya dirinya kelak setelah pulang dari bali.Karena mereka telah memiliki bekal bahwa berkomunikasi dengan orang yang belum dikenal itu mudah.
Pada saat berada di Pantai nusa dua,terdapat 3 siswa yang berkomunikasi dengan orang korea dalam waktu yang cukup lama,bukan hanya berfoto saja bahkan mereka sudah bertukar pengetahuan tentang berbahasa mereka masing-masing.Orang korea tersebut akhirnya bisa mengucapkan kata terimakasih dengan logatnya,dan 3 siswa tadi juga bertanya apakah arti terimakasih dalam bahasa korea,sayangnya pada saat kami wawancara mereka tidak terlalu jelas hanya terdengar seperti kata”hayang haseo” logatnya tidak terlalu jelas.

·         HOTEL SEBAGAI SARANA MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL
Kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan siswa SMA N 1 Bringin Pada saat study tour sangatlah melelahkan,sehingga pada saat malam hari mereka di inapkanlah didalam sebuah hotel,yang sebenarnya digunakan mereka untuk beristirahat setelah melakukan kegiatan yang melelahkan dalam seharian.Dihotel inilah tempat terbesar bagi mereka untuk berinteraksi sosial yang sesungguhnya bersama teman-teman mereka.
Kehidupan seseorang yang sebenarnya dapat kita lihat pada saat dihotel,karena mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang umum seperti mandi,makan tidur istirahat dll.Watak seseorang juga sangat terlihat disini,alam bawah sadar seseorang sangatlah mudah dibaca dengan aktivitas-aktivitas  yang mereka lakukan di hotel.
Ketika berada di Hotel terjadilah kontak sosial yang sangat besar.kontak sosial adalah Adalah hubungan antara satu pihak dengan pihak lain yang merupakanreaksi sosial, dan masing - masing pihak saling bereaksi antara satu dengan yang lain meski tidak harus bersentuhan secara fisik.apa sajakah  kontak sosial yang terjadi disana
a.       Keterbukaan
Komunikasi antar pribadi mempunyai ciri keterbukaan maksudnya adanya kesediaan kedua belah pihak untuk membuka diri, mereaksi kepada orang lain, merasakan pikiran dan perasaan orang lain. Keterbukaan ini sangat penting dalam komunikasi antarpribadi agar komunikasi menjadi lebih bermakna dan efektif. Keterbukaan ini berarti adanya niat dari masing-masing pihak yang dalam hal ini antara komunikator dan komunikan saling memahami dan membuka pribadi masing-masing.Keterbukaan siswa SMA N 1 Bringin yang dilakukan pada saat study tour kemarin sangatlah jelas  terlihat,pada saat mereka berani terbuka mengungkapkan isi hatinya pada saat disana dengan dia disa menolak dan menerima ajakan dari orang lain.

b.      Empati
Dalam komunikasi antarpribadi perlu ada empati dari komunikator, hal ini dapat dinyatakan bahwa komunikasi antarpribadi akan berlangsung secara kondusif apabila pihak komunikator menunjukkan rasa empati pada komunikan. Empati dapat diartikan sebagai menghayati perasaan orang lain atau turut merasakan apa yang dirasakan orang lain. Menurut Surya (2003) dalam Sugiyo (2005: 5) empati adalah sebagai suatu kesediaan untuk memahami orang lain secara paripurnabaik yang nampak maupun yang terkandung, khususnya dalam aspek perasaan, pikiran, dan keinginan. Dengan berempati kita menempatkan diri dalam suasana perasaan, pikiran, dan keinginan orang lain sedekat mungkin.Rasa empati siwa SMA N 1 Bringin terlihat pada saat mereka tidak memaksa teman-teman mereka untuk melakukan sesuatu yang sama dengannya.
c.       Dukungan
Dalam komunikasi antarpribadi perlu dimunculkan sikap memberi dukungan dari pihak komunikator agar komunikan mau berpartisipasi dalam kominikasi. De Vito (1989) yang dikutip Sugiyo (2005: 5) secara tegas menyatakan keterbukaan dan empati tidak akan bertahan lama apabila tidak didukung oleh suasana yang mendukung. Hal ini berarti bahwa dalam komunikasi antarpribadi perlu adanya suasana yang mendukung atau memotivasi, lebih-lebih dari komunikator.Siswa SMA N 1 bringin dilihat sudah melakukan hat tersebut,seperti mereka sudah melakukan kegiatan mereka bersama pada saat mereka study tour ke bali.hal tersebut menunjukkan besarnya dukngan yang di berikan oleh teman-temannya.
d.      Rasa positiv
Rasa positif dalam komunikasi antarpribadi ditunjukkan oleh sikap dari komunikator khususnya sikap positif. Sikap positif dalam hal ini berarti adanya kecenderungan bertindak pada diri komunikator untuk memberikan penilaian yang positif terhadap komunikan.
e.       Keseteraan
Kesamaan menunjukkan kesetaraan antara komunikator dan komunikan. Dalam komunikasi antarpribadi kesetaraan ini merupakan ciri yang penting dalam keberlangsungan komunikasi dan bahkan keberhasilan komunikasi antarpribadi. Apabila dalam komunikasi antarpribadi komunikator merasa mempunyai derajat kedudukan yang lebih tinggi daripaad komunikan maka dampaknya akan ada jarak dan ini berakibat proses komunikasi akan terhambat. Namun apabila komunikator memposisikan dirinya sederajat dengan komunikan maka pihak komunikan akan merasa nyaman sehingga proses komunikasi akan berjalan dengan dengan baik dan lancar.Kesataraan telah ditunjukkan oleh siswa SMA N 1 Bringin pada saat mereka study tour ke bali dengan tidak adanya perbedaan pemilihan tempat duduk,tempat tidur dan lai
Selain meningkatkan kemampuan interaksi sosial antara siswa dengan     siswa  Study tour tersebut juga meningkatkan kemampuan sosial antara siswa dan guru begitu juga sebaliknya,di bali mereka banyak melakukan kontak sosial.Pada saat di bus,di hotel mereka banyak melakukan komunikasi dan terdapat empati yang sangat tinggi,contohnya pada saat ada seseorang siswa ada yang sakit.sehingga guru-gurulah yang mengurusi mereka.



D.     INERAKSI SISWA SETELAH MENGIKUTI STUDY TOUR
Setelah mengikuti study tour siswa memiliki kemampuan interaksi sosial berbeda,mereka lebih dekat dengan teman-teman mereka pada saat mereka dikelas.Pada saat pertama kali masuk kelas sesudah mereka melakukan study tour mereka sudah berkomunikasi lebih berani,seperti tiada batas diantara mereka.
Bahkan pada saat mereka baru beberapa hari mengikuti study tour mereka sudah kangen melakukan study tour lagi,sehingga mereka malah merencanakan study tour sendiri bersama teman-teman sekelasnya.Hal tesebut menandakan bahwa study tour sangat membekas di hatinya,dan Hal-Hal seperti itu sangatlah penting untuk meningkatkan interaksi sosial mereka karena ada sesuatu yang membuat memory diantara mereka.
Memory-memory yang membekas tadi terkadang membuat di bicarakan dan membuat kangen diantara mereka.Sehingga akan ada lebih banyak komunikasi-komunikasi yang dilakukan mereka.
Hal lain yang membuat interaksi sosial mereka lebih baik adalah kepahaman tentang watak-watak  dari temannya.Seseorang akan lebih klop dengan teman-temannya karna mereka sudah saling  cocok dengan watak temannya,dan mereka akan lebih memahami watak dari teman temannya jika mereka memang memiliki watak yang bereda.
Mereka juga lebih percaya diri ada saat mereka berbicara didepan kelas,karna mereka sudah merasa dekat denga teman-teman sekelasnya.bahka seorang yang paling pemalu,setelah study tour dia sudah berani berbicra di depan kelas.
Dengan adanya interaksi sosial dengan orang lain, maka seseorang termasuk siswa akan mempunyai pola tingkah laku yang sesuai dengan lingkungannya tersebut. Apabila lingkungan itu baik maka hal itu tidak akan menjadi masalah bagi perkembangan siswa tersebut, namun yang dikhawatirkan apabila lingkungan tinggal siswa itu adalah lingkungan yang sifatnya negatif, maka dikhawatirkan hal itu akan berdampak buruk bagi perkembangan diri siswa.
Dengan demikian, situasi sosial atau lingkungan tempat individu tinggal dapat mempengaruhi perkembangan individu atau siswa. Selain itu norma-norma sosial juga mempunyai andil dalam perkembangan interaksi sosial siswa.study tour kebali tersebut sangatlah meningkatkan intraksi sosial mereka di lingkungan yang baik.



E.      PERBEDAAN INTERAKSI SOSIAL MEREKA SEELUM DAN SESUDAH MENGIKUTI STUDY TOUR BALI.
Dalam bimbingan dan konseling kemampuan interaksi sosial siswa dapat study tour kelompok siswa diberikan pembelajaran tentang penanaman nilai dan sikap tertentu, cara atau kebiasaan tertentu, dan bagaimana mereka menyelesaikan masalah-masalah yang sedang mereka hadapi. Hal itu sesuai dengan tujuan layanan bimbingan kelompok seperti yang diungkapkan Prayitno (2004:2), bahwa layanan bimbingan kelompok menambah wawasan dan pemahaman, mengarahkan penilaian dan sikap, menguasai cara atau kebiasaan tertentu, untuk memenuhi kebutuhannya dan mengatasi masalah-masalahnya. Dengan bimbingan kelompok yang dimaksud individu akan lebih mampu menjalani kehidupannya secara efektif.












Perbedaan siswa pada saat berkomunikasi dan melakukan interaksi sosial sangatlah jelas terlihat,tergambar pada tabel di bawah ini.

No
Sub Variabel
sebelum
sesudah





1
Percakapan
65,40%
S
80,30%
T

2
Saling Pengertian
59,40%
S
75,80%
T

3
Kerjasama
58,90%
S
78,30%
T

4
Keterbukaan
61,50%
S
77,00%
T

5
Empati
60,80%
S
76,60%
T

6
Dukungan
66,70%
S
79,00%
T

7
Rasa Positif
53,30%
S
74,10%
T

8
Kesetaraan
71,10%
T
85,20%
ST

Persentase skor rata-rata
62,14%
S
78,29%
T















                        Hal-hal yang meningkat sangatlah banyak sepertitingkat komunikasi merekaMereka sudah terlihat banyak melakukan percakapan-percakapan diantara mereka.saling pengertian juga sudah dilakukan oleh mereka,mereka sakarang sudah sering pergi kekantin secara bersamaan.










BAB 3
PENUTUP
·         .KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian pada siswa SMA N 1 Bringin kab.Semarang dapat disimpulkan bahwa
Gambaran kemampuan interaksi sosial siswa sebelum melakukn study tour menunjukkan bahwa siswa kurang mempunyai kemampuan yang baik dalam melakukan percakapan, saling pengertian, kerjasama, keterbukaan, empati, dukungan, rasa positif, kesetaraan dan tidak mementingkan persamaan derajat antar sesama manusia.
Gambaran kemampuan interaksi sosial siswa setelah memperoleh layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam melakukan percakapan, saling pengertian, kerjasama, keterbukaan, empati, dukungan, rasa positif,        
Tingkat kemampuan interaksi sosial siswa sebelum dan setelah memperoleh layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan berbeda dan mengalami peningkatan yang signifikan.
·         SARAN
Setelah melakukan observasi tentang interaksi sosial yang terjadi di lakukan seblum dan sesudah study tour penulis menyaranka
1.      Kegiatan study tour tetap diadakan dalam setiap tahun pelajaran
2.      Diminimalkan biaya yang harus dipenuhi oleh siswa dalam mengikuti study tour
3.      Pemilihan tempat-tempat wisata yang lebih baik
4.      Waktu yang digunakan pada saat di objek wisata lebih ditambah




DAFTAR PUSTAKA


Prayitno. 1995. Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok ( dasar dan profil). Padang: galia Indonesia

Maryati dan Suryawati. 2009. Interaksi Sosial, Definisi, Bentuk dan Ciri. dalam (http://jurnal-sdm.blogspot.com. diunduh pada tanggal 13 Januari 2012.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Pt Rineka cipta
Yuniati,2012,  MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK PERMAINAN PADA SISWA KELAS VII F SMP NEGERI 13 SEMARANG TAHUN AJARAN 2012/2013.Semarang,oleh yuniati.





0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda