CONTOH KARYA TULIS REMAJA IPS
HALAMAN PENGESAHAN
Karya tulis
ini telah disetujui oleh pembimbing dan disahkan oleh Kepala Sekolah SMA Negeri
1 Bringin, pada :
Hari :
Tanggal :
Mengetahui,
Guru Pembimbing Wali
Kelas
Dra. Sumini Rusmiah,S.Kom
NIP:1966061219941222001 NIP:
19761021200012010
PERSEMBAHAN
Karya tulis ilmiah ini saya persembahkan kepada
Karya
tulis ini saya persembahkan kepada:
1.
Dra.Yulia Susilowati,M.PD selaku kepala
sekolah SMA N 1 BRINGIN,
2.
Bapak dan Ibu guru SMA N 1 BRINGIN,
3.
Dra.Sumni selaku guru pembimbing Bahasa
Indonesia,
4.
Ibu Rusmi’ah selaku wali kelas XI IPA 3,
5.
Kedua orang tua yang telah membantu
dalam segala hal,
6.
Keluarga besar SMA N 1 BRINGIN,
7.
Semua pembaca laporan ini.
MOTTO
1. TETAP
JADI DIRI SENDIRI DAN MENJUNJUNG TINGGI PRINSIP HIDUP.
2. PERCAYA
AKAN KEKUATAN DOA,KARNA DOA SEPERTI CHEAT ENGINE DALAM KEHIDUPAN NYATA
3. HORMATI
ORANG LAIN,KARENA MEREKA PUNYA PRINSIP DAN JALAN HIDUP SENDIRI
4. PILIHA
5. N
YANG SALAH TERKADANG MEMBAWA KITA KE JALAN YANG BENAR,TETAPI PILIHAN YANG BENAR
HANYA MEMBAWA KITA KE SEPARUHNYA.
6. PERASAAN
MEMPENGGARUHI SELERA,SEDANG SELERA SANGAT MEMPENGARUHI POLA PIKIR KITA,SEDANG
POLA PIKIR ADALAH HASIL DARI PIKIRAN KITA, MAKA
PENTINGKAN KEPENTINGAN PERASAAN DARIPADA KEPENTINGAN PIKIRAN.
7.
KATA PENGANTAR
ASSALAMUALAIKUM WR.WB
Alhamdulillahhirobbilalamin
puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya
sehngga dapat menyelesaikan karya ilmiah remaja tentang study tour Bali with
loveIni yang dilaksanakan selama 5
hari mulai tanggal 16 Febuari 2014 sampai 20 Febuari 2014 sebagai syarat
mengikuti ujian akhir semester 2.
Study tour ini adalah
program wajib yang dilaksanakan oleh
siswa SMA N 1 BRINGIN,dengan tema TO BALI WITH LOVE sehingga penulis
dengan tema tersebut membuat kaya ilmiah ini tentang pengaruh psikologis
terhadap siswa,setelah mengikuti study tour tersebut.
Setelah melaksanakan
study tour tersebut setiap siswa kelas XI SMA N 1 BRINGIN di wajibkan membuat
karya tulis ilmiah.topik yang diambil oleh penulis adalah pengaruh interaksi
yang berbeda setelah mengikuti kunjungan tersebut.
Tampa bantuan dari
pihak lain maka penulis tidak akan bisa menyelesaikan karya tulis ilmiah ini
dengan baik,sehingga pada kesempatan ini penulis mengucapkan ucapan terimakasih
kepada
1. Kedua
orang tua saya yang selalu memberikan segala dukungan kepada saya.
2. Dra.Yulia
Susilowati,M.PD. selaku kepala sekolah SMA N 1 Bringin yang telah memprogramkan
stady tour.
3. Ibu/bapak
guru yang telah mendampingi dan membimbing dalam melaksanakan program stady
tour ini
4. Ibu
Dra.Sumini yang telah membimbing dalam pembuatan karya ilmiah ini
5. Seluruh
teman-teman SMA N 1 Bringin.
6. Yuniati yang senantiasa mengikuti pembuatan karya tulis ini
Karya tulis ilmiah
ini mungkin jauh dari kata kesempurnaan,tetapi penulis mengharapkan karya tulis
ilmiah ini berguna bagi seluruh pembaca dan tentunya diri penulis sendiri.karya
tulis ilmiah ini berasal dari pengalaman selama study tour,maka kritik dan
saran yang membangun akan selalu diterima dengan baik.
Penulis memohon maaf
atas kesalahan yang terjadi dalam penulisan karya tulis ilmiah ini.
Wassalamualaikum
wr.wb
DAFTAR
ISI
Halaman
Halaman
Judul..............................................................................................................ii
Halaman
Persetujuan....................................................................................................iii
Halaman
Persembahan.................................................................................................iv
Halaman
Motto.............................................................................................................v
Kata
Pengantar.............................................................................................................vi
Daftar
Isi ....................................................................................................................viii
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
B. Rumusan
Masalah
C. Tujuan
Karya Tulis
D. Manfaat
Karya Tulis
E. Metode
Karya Tulis
F. Sistematika
Penulisan
BAB 2
PEMBAHASAN
BAB 3 PENUTUP
a. Kesimpulan
b. Saran
BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Pulau bali adalah salah satu pulau yand dimiliki
Indonesia,Tetapi
pulau ini bukan pulau sembarangan,dilihat dari namanya saja pulau ini sudah
terlihat fenomenal, yaitu pulau dewata, yang berarti pulaunya para dewa.selain
itu pulau tersebut juga memiliki panorama yang unik sehingga banyak wisatawan
yang tertarik untuk mengunjungi pulau tersebut.
Masyarakat
bali juga memilki sifat dan adat istiadat yang baik,toleransi yang tingggi
terhadap budaya-budaya asing yang masuk ke wilayah bali tersebut,sehingga
banyak sistem kehidupan yang patut ditiru.
Bahkan
setelah melakukan stady tour seluruh
warga sma n 1 bringin mendapatkan sesuatu yang berbeda,yaitu interaksi sosial
yang lebih dekat dengan teman,karena selama kegiatan study tour mereka semakin
mengenal kepribadian teman-temannya.sehingga mereka lebih memahami setiap
kemaun,prinsip dan jalan hidup temannya.
Tema
yang di ambil saat study tour kemarin akan semakin berperan,bukan hanya ketika study
tour saja,tetapi ketika kembali ke pulau jawa.mungkin tema tersebut bisa di
tambah,bukan hanya go to bali with love,dengan go to bali with love and from
bali bring love.
Bukan
hanya lebih dekatnya dengan teman bahkan setelah pulan dari bali mereka juga
mendapatkan teman baru,yang dianggapnya cocok dengan dirinya dan mengerti
tentang kemauannya dan semua itu di dapatkan saat mereka melaksanakan study
tour ke bali secara bersamaan.
RUMUSAN MASALAH
Dari latar
belakang di atas, dapat dirumuskan masalah utamanya adalah ”Apakah kemampuan
interaksi sosial siswa dapat ditingkatkan dengan study tour ke bali?” Dari rumusan masalah
utama tersebut dapat
jabarkan menjadi beberapa rumusan masalah berupa
a.
Bagaimana interaksi sosial siswa sebelum mengikuti study
tour.
b.
Apa sajakah kegiatan Study tour bali yang dapat
meningkatkan kemampuan interaksi sosial siswa.
c.
Bagaimana interaksi sosial siswa sesudah mengikuti study
tour
d.
Adakah perbedaan interaksi sosial siswa sebelum dan
sesudah mengikuti study tour.
TUJUAN KARYA
TULIS ILMIAH
Tujuan penelitian dan pembuatan karya
tulis ilmiah ini yaitu mengetahui interaksi sosial yang dapat di tingkatkan
dari dilaksanakan kegiatan study tour.dari tujuan utama di atas dapat di
jabarkan sebagai berikut.
a)
Mengetahui interaksi sosial siswa sebelum di laksanakan
kegiatan study tour ke bali
b)
Mengetahui sistem interaksi sosial yang dilakukan oleh
masyarakat bali sehingga dapat di terapkan di sekolah.
c)
Mengetahui interaksi sosial siswa setelah melskuksn kegiatsn
study tour ke bali
d)
Mengetahui perbedaan proses interaksi sosial yang
dilakukan oleh siswa sebelum dan sesudah study tour ke bali
e)
Mengetahui keefektifan dan manfaat yang didapat saat dan
setelah dilaksanakannya program study tour ke bali.
MANFAAT KARYA
TULIS ILMIAH
1.
Mendukung Konsep Upaya Untuk Meningkatkan Kemampuan
Interaksi
Sosial
Siswa Melalui kegiatan study tour ke bali
2.
Meningkatkan kemampuan interaksi sosial siswa, sehingga
siswa tidak
mengalami
kesulitan dalam berinteraksi sosial di lingkungan sekolah,
keluarga
maupun di masyarakat.
3.
Pihak sekolah dapat mengetahui permasalahan-permasalahan
yang sedang
dihadapi
oleh siswanya, sehingga pihak sekolah dapat mengambil langkah
yang
tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut
4.
Mengaplikasikan teori yang sudah diperoleh pada lingkungan kehidupan nyata khususnya di sekolah.
5.
. Membantu menyelesaikan permasalahan yang dialami siswa berkaitan
dengan interaksi sosial dan kepercayaan diri.
METODE PENULISAN.
A. Metode
Observasi
Yaitu metode pengumpulan data yang
dilakkan dengan mara mengadakan pengamatan langsung terhadap objek.
B. . Metode
Wawancara
Yaitu metode yang di lakiukan dengan
cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada pemandu wisata.
C. Metode
Kepustakaan
Yaitu metode yang dilakukan dengan cara mengumpulkan buku-buku yang
kaitanya dengan penyusunan karya tulis ini
D. .
Teknik Analisis Data
Analisis
data merupakan bagian yang teramat penting dalam penelitian,disini penulis
melakukan analisis data orang lain dan meniru dalam penulisan,karena dengan
analisislah data tersebut dapat diberi arti dan makna yang berguna dalam
memecahkan masalah penelitian. Dalam penelitian ini teknik analisis yang
digunakan adalah analisis deskriptif persentase
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN
INTERAKSI SOSIAL SISWA
Secara kodrad manusia tidak bisa hidup sendiri karna
itulah manusia disebut dengan mahluk sosial,untuk menjadi mahluk sosial maka
haruslah manusia itu melakukan komunikasi dengan orang lain,untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,.
Adanya kebutuhan akan bantuan ini merupakan awal terbentuknya interaksi sosial
dengan orang lain. Interaksi sosial merupakan suatu hubungan antara individu
satu dengan individu lainnya di mana individu yang satu dapat mempengaruhi
individu yang lainnya sehingga terdapat hubungan yang saling timbal balik
(Walgito, 2000: 65). Sama halnya menurut Maryati dan Suryawati (2003 : 22) yang
menyatakan bahwa, interaksi sosial adalah kontak atau hubungan timbal balik
atau interstimulasi dan respons antar individu, antar kelompok atau antar
individu dan kelompok”.dalam hal ini siswa
juga akan melakukan hubungan timbal balik dengan siswa lain untuk memenuhi
kebutuhan sekolahnya,ataupun siswa memang harus dituntut melakukan hubungan
timbal balik,karna memang sekolah berfungsi untuk membuat siswa memiliki jiwa
sosial yang tinggi sehingga membuat interaksi sosial yang baik dan responsif.
Kemampuan
interaksi sosial siswa dapat menunjukkan sebesar apakah jiwanya menjadi manusia
sosial,hal tersebut dapat kita ketahui pada saat siswa berada di kelas,tetapi
kemampuan interaksi sosial siswa terkadang akan terbatas saat berada di
sekolah,karena disekolah siswa mungkin terbebani dengan pelajaran ataupun
mereka lebih mementingka urusan pelajaran daripada urusan sosialnya.hal
tersebut dapat kita lihat proses interaksi sosial yang terjadi di
sekolah,mereka mungkin hanya membicarakan tentang mata pelajaran yang
dianggapnya sulit sehingga perlu ditanyakan kepada orang lain.sehingga
kemampuan interaksi sosial siswa sulit diketahui,karena mereka tidak menunjukkan
secara utuh alam bawah sadarnya,alam dimana perasaannya saat senang,sedih
ataupun perasaan yang lainnya,karena perasaan mereka memang dibuat sama di
sekolah,supaya siswa memiliki daya serap yang sama ilmu-ilmu dan pelajaran yang
diberikan oleh guru.hal tersebut dapat kita lihat dengan diwajibkannya siswa
memakai seragam sekolah.
Tetapi siswa
akan menunjukkan secara utuh kemampuan interaksi sosialnya pada saat mereka
benar-benar sedang dalam keadaan senang ataupun bebar-benar dalam keadaan
sedih.mereka akan mengeluarkan dan menampakkan alam bawah sadarnya melalui
proses interaksi sosial yang mereka lakukan.jika mereka telah menampakkan
proses interaksinya secara utuh dan tidak dibatasi oleh perasaan yang mengikat
mereka,barulah kemampuan interaksi sosial seseorang,jalan hidup
seseorang,prinsip,karakter dan kualitas hidup seseorang dapat kita ketahui.
Pada saat
study tourlah mereka akan menampakkan secara utuh perasaannya,sehingga jalan
hidup dan prnsip hidup mereka akan benar-benar nampak.Mulai dari sinilah
persahabatan dan kemampuan interaksi sosial mereka akan benar-benar
hidup,seseorang akan semakin dekat dengan teman yang lain karena mereka sudah
saling cocok dalam prinsip dan tujuan hidup mereka.Dan mereka akan lebih
memahami prinsip hidup teman yang lain jika mereka memang berbeda prinsip atau
jalan hidupnya,sehingga interaksi sosial mereka akan lebih baik
Meningkatnya
kemampuan interaksi sosial mereka ketika berada di bali dapat kita lihat dari
aktivitas-aktivitas yang ada disana,Tetapi untuk membandingkan kemampuan
interaksi siswa sebelum dan sesudah melaksanakan study tour ke bali,kita akan
membahas terlebih dahulu kemampuan interaksi sosial siswa sebelum melaksanakan
study tour.
B.
KEMAMPUAN INTERAKSI
SISWA SEBELUM MELAKSANAKAN STUDY TOUR BALI
Komunikasi
yang dilakukan oleh siswa itu menggambarkan proses interaksi sosial yang di
lakukan.baik atau tidaknya interaksi sosial dapat kita lihat dari Adanya atau tidak hubungan dengan
struktur dan fungsi sosial
Interaksi sosial ada hubungannya
dengan struktur dan fungsi kelompok terjadi karena individu tidak dapat
terpisah dari kelompok. Di samping itu, tiap-tiap individu memiliki fungsi di
dalam kelompoknya.
Dari penjabaran teori di atas,
ciri-ciri interaksi sosial yang baik di lingkup sekolah misalnya, hubungan
antara kepala sekolah dengan guru, antar sesama guru, guru dengan staf-staf
yang ada di sekolah, maupun guru dengan para siswa dapat terjalin dengan baik.
Ciri-ciri interaksi sosial yang baik antara siswa dengan siswa misalnya adanya
kebersamaan, rasa saling membutuhkan, saling menghargai dan menghormati, tidak
ada jarak antara yang kaya dan yang miskin, serta saling membantu satu sama
lain untuk mencapai tujuan bersama.
Ciri-ciri interaksi sosial di atas, dapat disimpulkan bahwa
dalam berinteraksi sosial pasti akan terjalin hubungan antara individu dengan
individu yang lain, dimana dalam interaksinya itu mereka pasti mempunyai tujuan
yang ingin dicapai, baik itu tujuan individu maupun tujuan kelompok.
. Tetapi pada saat sebelum melakukan study
tour ke bali syarat diatas belum seutuhnya terpenuhi,karna masih kurangnya rasa saling menghargai dan
menghormati,mereka lebih mementngkan kebutuhannya sendiri,dan mereka tidak
memikirkan bagaimana menghargai orang
lain.Hal yang paling terlihat sebelum mereka study tour adalah terlihatnya
kesenjangan antara si kaya dan si miskin hal tersebut dapat kita lihat pada
saat jam istirahat,terdapat siswa yang tidak pergi ke kantin.Dan belum terlihat
secara jelas kesaling membantu diantara mereka untuk mencapai tujuan,khususnya
untuk mencapai tujuan kebutuhan kelompok.Kebutuhan individu mereka mungkin
memang sudah terpenuhi sebagian,tetapi tidak terpenuhi secara utuh kebutuhan
individunya,karena dalam kelompok siswa seperti kelompok sekelas masih
mengalami perbedaan pendapat,dari mereka.Hal tersebut dapat kita lihat mereka
tidak pergi melalkukan kegiatan secara bersama,contohnya pada saat istirahat
ada siswa yang pergi kekantin,ada juga siswa yang pergi ke mushola,ada siswa
yang hanya diam di kelas ataupun di depan kelas,ada juga siswa yang baru
mengerjakan PR,Hal tersebut sangat menggambarkan betapa tidak solid dan
kurangnya kemampuan interaksi sosial mereka.
Kurangnya rasa untuk berbagi dengan
siswa lain juga menggambarkan tidak sempurnanya kemampuan interaksi yang
dilakukan oleh mereka.Siswa akan memberlakukan utang kepada siswa lain walau itu hanya sedikit.Hal tersebut dapat
kita lihat pada saat seorang siswa lupa membawa uang sakunya,pada saat itu juga
mereka akan meminjam uang untuk memenuhi kebutuhan sekolah,misal untuk ke
kantin mereka akan pinjam dahulu kepada siswa lain.Tetapi jika kemampuan interaksi
dan rasa berbaginya besar mereka tidak akan memberlakukan sistem utang,tetapi
seseorang akan mentraktir terlebih dahulu dan mereka akan mengatakan “jika
nanti punya uangkan bisa gantian mentraktir”.
Dari pengamatan yang telah dilakukan di
SMA N 1 Bringin bahwa mereka masih belum terbuka dengan teman-teman sekelasnya
pada saat sebelum melaksanaankan study tour ke bali tanggal 16 Febuari 2014.Masih
terdapat siswa yang malu berbicara
dengan teman sekelasnya sendiri,tidak percaya diri pada saat bicara di depan
kelas dan adanya ketidak kompakan di antara mereka.Dan banyak diantara mereka
yang belum saling kenal satu sama lain,alasannya mungkin belum pernah sekelas.
Apakah pada saat study tour ke bali
kemampuan interaksi sosial mereka akan lebih baik?
C.
STUDY TOUR BALI “TO BALI WITH LOVE”
Kemampuan interaksi sosial
seseorang dapat kita lihat dan dapat kita nilai pada saat seseorang benar benar menjadi dirinya
sendiri.Pada saat study tourlah seorang siswa akan menjadi dirinya
sendiri,mereka akan mengeluarkan gaya mereka sendiri,sehingga prinsip hidup
seseorang tersebut akan terlihat.
Apakah Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada
saat study tour itu akan meningkatkan kemampuan interaksi sosial siswa,seperti
pada saat di bus,di restoran,di hotel dan di tempat-tempat wisata.
·
DI BUS
Penempatan siswa di dalam bus yang ditentukan oleh guru dan diacaknya
setiap bus itu untuk 3 kelas yang berbeda akan meningkatkan kemampuan interaksi
sosial setiap siswa dengan siswa lain khususnya dengan siswa yang berbeda
kelas.Penempatan tersebut juga akan menambahkan kemampuan berkomunikasi dengan
orang yang belum kita kenal, sehingga penempatan tempat duduk dibus seperti
yang telah dilaksanakan oleh SMA N 1 Bringin pada saat study tour ke bali
kemarin akan sangat memengaruhi kemampuan interaksi sosial,keberanian dan
kemampuan beromunikasi dengan orang lain yang belum terlalu dekat dengan
kita.Selain itu mereka akan mendapat teman baru ketika mereka berada di dalam
bus.
Daftar penumpang
bus
|
NO
|
PENUMPANG
|
BUS1
|
BUS2
|
BUS3
|
BUS4
|
BUS5
|
|
1
|
XI IPA 1
|
13 SISWA
|
13 SISWA
|
-
|
-
|
-
|
|
2
|
XI IPA 2
|
|
|
|
|
|
|
3
|
XI IPA 3
|
13 SISWA
|
|
13 SISWA
|
|
|
|
4
|
XI IPS1
|
|
|
|
|
|
|
5
|
XI IPS2
|
|
|
|
|
|
|
6
|
XI IPS3
|
|
|
|
|
|
|
7
|
XI BAHASA
|
-
|
-
|
|
-
|
|
Perjalanan dari bringin
menuju hotel di bali memakan waktu yang cukup lama,sekitar 20 jam.Sehingga
sebagian dari mereka ada yang kehabisan bekal,disinilah mereka akan mendapatkan
pelajaran tentang pentingnya berbagi,seseorang yang masih memiliki makanan akan
membagikan makanannya kepada orang lain yang kehabisan bekal makanan.Ataupun
mereka akan saling tukar menukar bekal yang dia miliki,mungkin karena bekal
yang saling mereka tukarkan adalah kesukaan mereka sendiri.kemampuannya sebagai
mahluk sosial akan terpancing ketika di dalam bus,di mana seseorang tidak bisa
hidup tampa bantuan orang lain.keegoisan seseorang juga akan semakin berkurang
disini, dalam skala kecil filsafah dunia adalah milik kita bersama akan
berjalan dengan ditunjukkan ketika seseorang telah memberikan bekal makanan
kepada teman-temannya untuk di makan bersama.
Ketika di dalam bus
kepercayaan diri seseorang juga di latih,didalam bus dalam waktu yang lama
membuat mereka ingin melakukan sesuatu,seperti karoeke.Setiap individu dari
mereka akan tertarik untuk menunjukkan suarannya di sana,padahal suara mereka
akan didengar oleh semua orang yang berada di bus tersebut.Hal seperti itu akan
membutuhkan kepercayaan diri yang besar.
·
RESTORANT
Setiap orang memiliki
selera dan selera itu diambil dari perasaannya,dan selera itu menunjukkan isi
dan kemauan dari pikiran sehingga selera itu menunjukkan pola pikir,prinsip dan
jalan hidup seseorang.mungkin itulah kata yang cocok untuk diungkapkan ketika
mereka berada di restourant secara bersamaan dan disuguhkan beberapa opsi
makanan,sehingga mereka dapat memilih ssuai selera mereka sendiri-sendiri.Di
sinilah mereka akan menunjukkan alam bawah sadarnya melalui makanan apa yang
mereka pilih sesuai selera mereka.contohnya jika ia mengambil makanan yang pedas
maka dapat kita ketahui bahwa ia memiliki watak yang adventure,jika ia lebih
suka yang manis-manis maka dia memiliki watak lemah lembut dan
sebagainya.Sehingga mereka sudah dapat sedikit mengetahui watak dari temannya
dari selera makan mereka.
Setiap individu dari
mereka akan memilih duduk dan makan dengan orang-orang dekatnya,sehingga banyak
kata-kata yang keluar dari mulut mereka,candaan-candaan merekalah yang akan
lebih mengakrabkan mereka.
Di restourant mereka juga
diberi waktu untuk melakukan sholat dan beristirahat sejenak,disini mereka akan
mengetahui seberapa besarkah jiwa kereligiusan mereka.
Apabila mereka sudah
saling mengetahui watak dari temannya mereka akan lebih meningkatkan rasa
toleransi kepada mereka.Sehingga mereka memiliki kemampuan interaksi sosial
yang lebih tinggi.
·
OBJEK
WISATA
Setiap orang akan
mengeluarkan karakter yang sesungguhnya kketika mereka memang dalam keadaan
benar-benar gembira atau sedang dalam keadaan benar-benar sedih.Pada saat
mereka berada di objek wisata mereka akan mengeluarkan karakter mereka yang
sebenarnya karena mereka memang sedang dalam keadaan benar-benar senang.Tetapi
setiap objek wisata memiliki daya tarik sendiri,sehingga aktivitas-aktivitas
yang silakukan mereka akan berbeda di setiap objek.
Pada saat di joger
misalnya,disana terdapat produk-produk yang berkualitas baik,tetapi disana juga
membandrol harga yang fantastis untuk produk-produk seperti kaos,kaos yang
dijual di sana harganya 600% lebih tinggi dari pada kaos yang dibeli di
sukowati ataupun di pusat oleh oleh lainnya,sehingga kemampuan ekonomi
seseorang akan terlihat disini.Siswa yang memiiliki kemampuan ekonomi yang
pas-pasan akan mempertimbangkan untuk berbelanja di joger.atau mereka akan
mengetahui sifat cereboh dari seseorang.bahwasannya joger adalah tujuan kedua
pada saat study tour to bali with love SMA N 1 Bringin,dengan produk-produknya
joger sangat memikat pembeli dengan produknya,kata-kata yang unik yang berada
di sablonan kaos joger membuat orang ingin memilikinya sehingga hal tersebut dapat
menunjukkan sifat ceroboh seseorang untuk menghabiskan uang disana,atau kita
dapat mengetahui orang-orang yang memiliki jiwa hemat,dan lebih
mempertimbangkan menghemat uang karena mereka masih
Sebenarnya hal yang
paling mendasar yang mendekatkan mereka sehingga komunikasi mereka seperti
tiada batas,ituadalah keceriaan disana.Mereka menjadi semakin terbuka dengan
teman-temannya,sehingga tumbuhlah hubungan yang special disana,seperti halnya
pada saat mereka makan siang didanau Bedugol.Sambil menikmati indahnya suasana
danau bedugol mereka menggungkapkan perasaannya,sehingga teman-teman
mereka saling mengenal satu sama lain.
Keingginan untuk berfoto
dengan teman-temanmereka juga akan mendekatkan dan meningkatkan komunikasi
mereka.Mengajak seseorang untuk berfoto itu sebenarnya membutuhkan rasa percaya
diri yang cukup tinggi,dan apabila seseorang telah berani mengajak salah
teman-temannnya berfoto hal tersebut akan meningkatkan hubungan persahabatan
mereka.
Seperti yang dilakukan
oleh salah satu siswa kelas ipa 3 yang dikelas dia adalah seorang yang
cenderung pendiam,tetapi dia memberanikan berfoto dengan 4 laki-laki
sekelasnya.
Ketika berada di objek
wisata siswa-siswa cenderung akan mengungkapka isi hatinya,seperti perasaan
tertarik kepada lawan jenis,mereka akan cenderung bersikap lain dicsana,seperti
mereka akan banyak mengambil foto-foto
yang dengan orang yang telah menarik hatinya.Sehingga seseorangyang mereka
cintai memberikan respon,positif ataupun respon negativ.Orang yang mencintai
akan tau apakah dia juga memiliki perasaan yang sama terhadapnya.
Di beberapa objek
wisata,seperti di pantai kute,pandawa dan di tanah lot terdapat juga banyak
turis asing,banyak siswa yang ingin berfoto dengann mereka,tetapi hal itu
bukanlah hal yang mudah,karena selain dibutuhkan mental yang besar juga
dibutuhkan kemampuan untuk berbasa asing,bukan hanya berbasa inggris tetapi
banyak juga turis asing yang tidak bisa
berbicara bahasa inggris.
Ketika berada di bali ada
seseorang guru yang menugaskan berfoto dengan turis berasal dari Jepang,dan
berkomunikasi dengan mereka dalam berbahasa jepang dalam waktu beberapa
saat.hal tersebut bukanlah hal yang mudah,sehingga apabila hal tersebut
dilakukan mereka akan mendapatkan pengalaman yang sangat besar.Pengalaman
berfoto dengan turis jepang tersebut akan membekas di batinnya dan akan
meningkatkan rasa percaya dirinya kelak setelah pulang dari bali.Karena mereka
telah memiliki bekal bahwa berkomunikasi dengan orang yang belum dikenal itu
mudah.
Pada saat berada di
Pantai nusa dua,terdapat 3 siswa yang berkomunikasi dengan orang korea dalam
waktu yang cukup lama,bukan hanya berfoto saja bahkan mereka sudah bertukar
pengetahuan tentang berbahasa mereka masing-masing.Orang korea tersebut
akhirnya bisa mengucapkan kata terimakasih dengan logatnya,dan 3 siswa tadi
juga bertanya apakah arti terimakasih dalam bahasa korea,sayangnya pada saat
kami wawancara mereka tidak terlalu jelas hanya terdengar seperti kata”hayang
haseo” logatnya tidak terlalu jelas.
·
HOTEL
SEBAGAI SARANA MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL
Kegiatan-kegiatan yang
telah dilakukan siswa SMA N 1 Bringin Pada saat study tour sangatlah
melelahkan,sehingga pada saat malam hari mereka di inapkanlah didalam sebuah
hotel,yang sebenarnya digunakan mereka untuk beristirahat setelah melakukan
kegiatan yang melelahkan dalam seharian.Dihotel inilah tempat terbesar bagi
mereka untuk berinteraksi sosial yang sesungguhnya bersama teman-teman mereka.
Kehidupan seseorang yang
sebenarnya dapat kita lihat pada saat dihotel,karena mereka melakukan
kegiatan-kegiatan yang umum seperti mandi,makan tidur istirahat dll.Watak
seseorang juga sangat terlihat disini,alam bawah sadar seseorang sangatlah
mudah dibaca dengan aktivitas-aktivitas yang mereka lakukan di hotel.
Ketika berada di Hotel terjadilah
kontak sosial yang sangat besar.kontak sosial adalah Adalah hubungan antara satu pihak dengan
pihak lain yang merupakanreaksi sosial, dan masing - masing pihak saling bereaksi
antara satu dengan yang lain meski tidak harus bersentuhan secara fisik.apa
sajakah kontak sosial yang terjadi
disana
a.
Keterbukaan
Komunikasi antar pribadi mempunyai
ciri keterbukaan maksudnya adanya kesediaan kedua belah pihak untuk membuka
diri, mereaksi kepada orang lain, merasakan pikiran dan perasaan orang lain.
Keterbukaan ini sangat penting dalam komunikasi antarpribadi agar komunikasi
menjadi lebih bermakna dan efektif. Keterbukaan ini berarti adanya niat dari
masing-masing pihak yang dalam hal ini antara komunikator dan komunikan saling
memahami dan membuka pribadi masing-masing.Keterbukaan siswa SMA N 1 Bringin
yang dilakukan pada saat study tour kemarin sangatlah jelas terlihat,pada saat mereka berani terbuka
mengungkapkan isi hatinya pada saat disana dengan dia disa menolak dan menerima
ajakan dari orang lain.
b.
Empati
Dalam komunikasi antarpribadi perlu
ada empati dari komunikator, hal ini dapat dinyatakan bahwa komunikasi
antarpribadi akan berlangsung secara kondusif apabila pihak komunikator
menunjukkan rasa empati pada komunikan. Empati dapat diartikan sebagai
menghayati perasaan orang lain atau turut merasakan apa yang dirasakan orang
lain. Menurut Surya (2003) dalam Sugiyo (2005: 5) empati adalah sebagai suatu
kesediaan untuk memahami orang lain secara paripurnabaik yang nampak maupun
yang terkandung, khususnya dalam aspek perasaan, pikiran, dan keinginan. Dengan
berempati kita menempatkan diri dalam suasana perasaan, pikiran, dan keinginan
orang lain sedekat mungkin.Rasa empati siwa SMA N 1 Bringin terlihat pada saat
mereka tidak memaksa teman-teman mereka untuk melakukan sesuatu yang sama
dengannya.
c.
Dukungan
Dalam komunikasi antarpribadi perlu
dimunculkan sikap memberi dukungan dari pihak komunikator agar komunikan mau
berpartisipasi dalam kominikasi. De Vito (1989) yang dikutip Sugiyo (2005: 5)
secara tegas menyatakan keterbukaan dan empati tidak akan bertahan lama apabila
tidak didukung oleh suasana yang mendukung. Hal ini berarti bahwa dalam
komunikasi antarpribadi perlu adanya suasana yang mendukung atau memotivasi,
lebih-lebih dari komunikator.Siswa SMA N 1 bringin dilihat sudah melakukan hat
tersebut,seperti mereka sudah melakukan kegiatan mereka bersama pada saat
mereka study tour ke bali.hal tersebut menunjukkan besarnya dukngan yang di
berikan oleh teman-temannya.
d.
Rasa
positiv
Rasa positif dalam komunikasi
antarpribadi ditunjukkan oleh sikap dari komunikator khususnya sikap positif.
Sikap positif dalam hal ini berarti adanya kecenderungan bertindak pada diri
komunikator untuk memberikan penilaian yang positif terhadap komunikan.
e.
Keseteraan
Kesamaan menunjukkan kesetaraan
antara komunikator dan komunikan. Dalam komunikasi antarpribadi kesetaraan ini
merupakan ciri yang penting dalam keberlangsungan komunikasi dan bahkan
keberhasilan komunikasi antarpribadi. Apabila dalam komunikasi antarpribadi
komunikator merasa mempunyai derajat kedudukan yang lebih tinggi daripaad
komunikan maka dampaknya akan ada jarak dan ini berakibat proses komunikasi
akan terhambat. Namun apabila komunikator memposisikan dirinya sederajat dengan
komunikan maka pihak komunikan akan merasa nyaman sehingga proses komunikasi
akan berjalan dengan dengan baik dan lancar.Kesataraan telah ditunjukkan oleh
siswa SMA N 1 Bringin pada saat mereka study tour ke bali dengan tidak adanya
perbedaan pemilihan tempat duduk,tempat tidur dan lai
Selain meningkatkan kemampuan
interaksi sosial antara siswa dengan
siswa Study tour tersebut juga
meningkatkan kemampuan sosial antara siswa dan guru begitu juga sebaliknya,di bali
mereka banyak melakukan kontak sosial.Pada saat di bus,di hotel mereka banyak
melakukan komunikasi dan terdapat empati yang sangat tinggi,contohnya pada saat
ada seseorang siswa ada yang sakit.sehingga guru-gurulah yang mengurusi mereka.
D.
INERAKSI
SISWA SETELAH MENGIKUTI STUDY TOUR
Setelah mengikuti study tour siswa
memiliki kemampuan interaksi sosial berbeda,mereka lebih dekat dengan
teman-teman mereka pada saat mereka dikelas.Pada saat pertama kali masuk kelas
sesudah mereka melakukan study tour mereka sudah berkomunikasi lebih
berani,seperti tiada batas diantara mereka.
Bahkan pada saat mereka baru beberapa
hari mengikuti study tour mereka sudah kangen melakukan study tour
lagi,sehingga mereka malah merencanakan study tour sendiri bersama teman-teman
sekelasnya.Hal tesebut menandakan bahwa study tour sangat membekas di hatinya,dan
Hal-Hal seperti itu sangatlah penting untuk meningkatkan interaksi sosial
mereka karena ada sesuatu yang membuat memory diantara mereka.
Memory-memory yang membekas tadi
terkadang membuat di bicarakan dan membuat kangen diantara mereka.Sehingga akan
ada lebih banyak komunikasi-komunikasi yang dilakukan mereka.
Hal lain yang membuat interaksi
sosial mereka lebih baik adalah kepahaman tentang watak-watak dari temannya.Seseorang akan lebih klop
dengan teman-temannya karna mereka sudah saling
cocok dengan watak temannya,dan mereka akan lebih memahami watak dari
teman temannya jika mereka memang memiliki watak yang bereda.
Mereka juga lebih percaya diri ada
saat mereka berbicara didepan kelas,karna mereka sudah merasa dekat denga
teman-teman sekelasnya.bahka seorang yang paling pemalu,setelah study tour dia
sudah berani berbicra di depan kelas.
Dengan
adanya interaksi sosial dengan orang lain, maka seseorang termasuk siswa akan
mempunyai pola tingkah laku yang sesuai dengan lingkungannya tersebut. Apabila
lingkungan itu baik maka hal itu tidak akan menjadi masalah bagi perkembangan
siswa tersebut, namun yang dikhawatirkan apabila lingkungan tinggal siswa itu
adalah lingkungan yang sifatnya negatif, maka dikhawatirkan hal itu akan
berdampak buruk bagi perkembangan diri siswa.
Dengan demikian, situasi sosial atau
lingkungan tempat individu tinggal dapat mempengaruhi perkembangan individu
atau siswa. Selain itu norma-norma sosial juga mempunyai andil dalam
perkembangan interaksi sosial siswa.study tour kebali tersebut sangatlah
meningkatkan intraksi sosial mereka di lingkungan yang baik.
E.
PERBEDAAN
INTERAKSI SOSIAL MEREKA SEELUM DAN SESUDAH MENGIKUTI STUDY TOUR BALI.
Dalam bimbingan dan konseling
kemampuan interaksi sosial siswa dapat study tour kelompok siswa diberikan pembelajaran tentang
penanaman nilai dan sikap tertentu, cara atau kebiasaan tertentu, dan bagaimana
mereka menyelesaikan masalah-masalah yang sedang mereka hadapi. Hal itu sesuai
dengan tujuan layanan bimbingan kelompok seperti yang diungkapkan Prayitno
(2004:2), bahwa layanan bimbingan kelompok menambah wawasan dan pemahaman,
mengarahkan penilaian dan sikap, menguasai cara atau kebiasaan tertentu, untuk
memenuhi kebutuhannya dan mengatasi masalah-masalahnya. Dengan bimbingan
kelompok yang dimaksud individu akan lebih mampu menjalani kehidupannya secara
efektif.
Perbedaan siswa pada saat
berkomunikasi dan melakukan interaksi sosial sangatlah jelas terlihat,tergambar
pada tabel di bawah ini.
|
No
|
Sub Variabel
|
sebelum
|
sesudah
|
|||||||||
|
|
|
|
||||||||||
|
1
|
Percakapan
|
65,40%
|
S
|
80,30%
|
T
|
|||||||
|
2
|
Saling
Pengertian
|
59,40%
|
S
|
75,80%
|
T
|
|||||||
|
3
|
Kerjasama
|
58,90%
|
S
|
78,30%
|
T
|
|||||||
|
4
|
Keterbukaan
|
61,50%
|
S
|
77,00%
|
T
|
|||||||
|
5
|
Empati
|
60,80%
|
S
|
76,60%
|
T
|
|||||||
|
6
|
Dukungan
|
66,70%
|
S
|
79,00%
|
T
|
|||||||
|
7
|
Rasa
Positif
|
53,30%
|
S
|
74,10%
|
T
|
|||||||
|
8
|
Kesetaraan
|
71,10%
|
T
|
85,20%
|
ST
|
|||||||
|
Persentase
skor rata-rata
|
62,14%
|
S
|
78,29%
|
T
|
||||||||
Hal-hal
yang meningkat sangatlah banyak sepertitingkat komunikasi merekaMereka sudah
terlihat banyak melakukan percakapan-percakapan diantara mereka.saling
pengertian juga sudah dilakukan oleh mereka,mereka sakarang sudah sering pergi
kekantin secara bersamaan.
BAB 3
PENUTUP
·
.KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian pada
siswa SMA N 1 Bringin kab.Semarang dapat disimpulkan bahwa
Gambaran kemampuan interaksi sosial siswa sebelum
melakukn study tour menunjukkan bahwa siswa kurang mempunyai kemampuan yang
baik dalam melakukan percakapan, saling pengertian, kerjasama, keterbukaan,
empati, dukungan, rasa positif, kesetaraan dan tidak mementingkan persamaan
derajat antar sesama manusia.
Gambaran kemampuan interaksi sosial siswa setelah
memperoleh layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan menunjukkan
adanya peningkatan kemampuan siswa dalam melakukan percakapan, saling pengertian,
kerjasama, keterbukaan, empati, dukungan, rasa positif,
Tingkat kemampuan interaksi sosial
siswa sebelum dan setelah memperoleh layanan bimbingan kelompok dengan teknik
permainan berbeda dan mengalami peningkatan yang signifikan.
·
SARAN
Setelah melakukan observasi tentang
interaksi sosial yang terjadi di lakukan seblum dan sesudah study tour penulis
menyaranka
1.
Kegiatan
study tour tetap diadakan dalam setiap tahun pelajaran
2.
Diminimalkan
biaya yang harus dipenuhi oleh siswa dalam mengikuti study tour
3.
Pemilihan
tempat-tempat wisata yang lebih baik
4.
Waktu
yang digunakan pada saat di objek wisata lebih ditambah
DAFTAR PUSTAKA
Prayitno. 1995. Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok (
dasar dan profil). Padang: galia Indonesia
Maryati dan Suryawati. 2009. Interaksi Sosial, Definisi,
Bentuk dan Ciri. dalam (http://jurnal-sdm.blogspot.com. diunduh pada
tanggal 13 Januari 2012.
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu
Pendekatan Praktik. Jakarta: Pt Rineka cipta
Yuniati,2012, MENINGKATKAN
KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN
TEKNIK PERMAINAN PADA SISWA KELAS VII F SMP NEGERI 13 SEMARANG TAHUN AJARAN
2012/2013.Semarang,oleh yuniati.
